Orang Indonesia Tidak Peduli Keamanan Cyber

By on November 9, 2015

JIMBARAN, KOMPAS.com – Pelaku kejahatan cyber telah menemukan berbagai cara untuk mencuri informasi pengguna internet. Untuk itu, transaksi online sudah seharusnya dilakukan dengan cara yang aman.

“Seringkali kita membuka fake website dan mengisi data kita di sana. Tapi saat kita memasukan data kita, data itu justru jatuh ke orang jahat yang mencuri uangmu atau menjual datamu,” ujar Sales and Marketing Director Eset Asia Pasific, Parvinder Walia mengatakan di Jimbaran, Bali, Rabu (4/11/2015).

Parvinder pun mulai menyuarakan pentingnya melakukan transaksi online atau sekadar online yang aman di dunia cyber.

Berdasarkan hasil survei Eset Asia Cyber Savviness Report 2015, negara Indonesia menempati urutan terendah pengetahuan masyarakatnya terhadap risiko kejahatan cyber.

Namun, netizen di Indonesia justru tercatat paling tidak khawatir dengan risiko online tersebut.

Seharusnya, kata dia, kemajuan teknologi juga harus diikuti dengan kecerdasan para pengguna dalam menggunakan teknologi itu.

Jika tidak, manfaat teknologi tidak bisa dirasakan dengan maksimal. Parvinder mengatakan salah satu cara untuk berselancar serta bertransaksi aman di dunia maya adalah dengan memasang software antivirus dalam laptop.

Dengan antivirus, semua data yang kita masukan di situs online akan dienkripsi agar tidak bisa terbaca lewat sebuah keylogger.

Informasi nama akun dan password yang kita masukan di situs bank akan aman dan tidak jatuh ke orang jahat. “Pada akhirnya pemahaman tentang cyber savviness juga ikut menentukan tingkat keamanan seseorang di dunia maya” ujar Technical Consultant PT Prosperia Eset Indonesia Yudhi Kukuh.

Sumber: kompas.com

About Bingki Parmaza

Leave a Reply