Mimpi Buruk Lonjakan Traffic dan Keamanan

By on July 12, 2015

Lonjakan traffic menjelang Lebaran selalu menjadi tantangan bagi para penyedia layanan, baik pihak bisnis, telekomunikasi, pemilik e-commerce dan lain-lain. Dimana lonjakan traffic ini bisa menyebabkan akses ke sebuah layanan menjadi lambat, atau bahkan tidak bisa di akses sama sekali. Padahal, industri transaksi digital di Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan.

Tercermin dari dari Hari Belanja Online Nasional, di mana traffic meningkat hingga 1500% sedangkan jumlah pengunjung meningkat hingga 600% dan beberapa situs bahkan mencatat peningkatan order hingga 500% .
Dari data-data tersebut, salah satu hal yang tampak jelas adalah masyarakat Indonesia sudah mulai percaya diri dalam melakukan transaksi digital.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa masalah kepercayaan dan keamanan masih menjadi halangan terbesar bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi digital. Karena itu keandalan (kecepatan dan ketersediaan), serta keamanan aplikasi menjadi hal yang utama bagi pengguna layanan digital.

Andre Iswanto, Senior Engineer dari F5 Networks Indonesia mengatakan bahwa bisa di bayangkan ketika kita sedang melakukan pembayaran online untuk suatu barang dan ternyata tampilan loading tidak menunjukkan pergerakan sama sekali (atau sangat lambat). “Sebagai pengguna, saya akan merasa tidak tenang terutama jika nilai transaksi cukup besar. Belum lagi karena lonjakan traffic yang menyebabkan aplikasi menjadi tidak bisa di akses di tengah-tengah pembayaran,” ujarnya.

“Betapa ketidaknyamanan yang ditimbulkan karena gangguan ketersediaan dan kinerja akses. Hal ini akan mempengaruhi pengalaman pengguna secara langsung dan jika tidak dapat ditanggulangi bisa berdampak negatif terhadap industri layanan digital secara keseluruhan,” kata Andre.

“Keamanan menjadi kunci keberlangsungan industri layanan digital,” papar Andre. Salah satunya adalah DDoS. Serangan ini bertujuan untuk membuat aplikasi “lumpuh” dengan cara mengirimkan traffic dalam jumlah sangat besar, jauh melebihi kapasitas yang dapat di proses oleh server perusahaan tersebut. Insiden ini terjadi sekitar 2 tahun lalu, di saat Indonesia mengalami masalah dengan negara tetangga dalam hal penyadapan.

Sebagai bentuk protes, beberapa oknum di Indonesia melalukan penyerangan terhadap situs-situs pemerintahan dan layanan kesehatan negara tersebut. Sebagai balasan, beberapa oknum di negara tersebut menyerang balik situs-situs di Indonesia dan salah satu situs yang terserang adalah salah satu situs perusahaan penerbangan di Indonesia. Bahkan sejarah pernah mencatat serangan DDoS terbesar mencapai 500 Gbps. Insiden ini terjadi di Hong Kong di tahun 2014.

Di jaman bisnis modern saat ini, mulai dari aktivitas operasional bisnis hingga transaksi digital yang bersentuhan dengan pelanggan menggunakan aplikasi (baik aplikasi smartphone, berbasis web, dsb). Karena itu, sangat krusial bagi bisnis untuk bisa memastikan bahwa aplikasi dapat dikirimkan kepada pengguna mereka dengan cepat, aman dan selalu tersedia.

F5 Networks memiliki teknologi untuk membantu organisasi memastikan pengiriman aplikasi dengan cepat, aman, dan lancar. F5 bertugas untuk mengatur alur traffic yang keluar masuk server perusahaan. Karena teknologi F5 diletakkan di antara user dan aplikasi, sehingga F5 mampu untuk mengetahui siapa yang mengakses aplikasi tersebut, melalui perangkat apa, untuk lantas mengatur alurnya. “Bagi F5 Networks, semua aplikasi dinilai penting – baik aplikasi operasional hingga aplikasi yang krusial untuk bisnis,” imbuh Andre.

Sumber: ciso.co.id

About Bingki Parmaza

Leave a Reply