Awas, Ada yang “Mengintip” saat Belanja Online

By on November 9, 2015

JIMBARAN, KOMPAS.com – Dahulu, seseorang akan membawa senjata dan menutup wajah ketika ingin merampok uang nasabah yang ada di bank. Mereka akan melakukan menodong petugas teller yang ada di sana.

Aksi mereka mungkin saja dihentikan polisi jika polisi sigap. Tetapi poinnya, mereka harus pergi ke bank untuk merampok bank. Kini, zaman sudah berubah.

Chief Operating Officer Eset Asia Pasific, Lucas Raska, mengatakan pencurian uang nasabah saat ini tidak mewajibkan “bad guy” hadir secara fisik di bank.

Mereka bisa berada di Australia, meski uang yang mereka curi ada di Indonesia. Mereka bahkan bisa melakukannya ketika berada di atas kapal.

“Mereka bisa melakukan itu di mana saja,” ujar Lucas dalam acara temu media di Jimbaran, Bali, Rabu (4/11/2015).

Bagaimana caranya? Yaitu dengan mencuri data yang kita input melalui komputer. Lucas mengatakan, dahulu para hacker biasa menggunakan keahlian mereka untuk pamer. Kini, keahlian mereka digunakan untuk meraih keuntungan dengan cara yang merugikan.

Melihat tren belanja dan transaksi online selama ini, kita sering mengunjungi situs bank kita untuk melakukan transaksi. Kita akan memasukan username dan password kita melalui situs. Ketika itulah, ada celah bagi orang jahat untuk mengintip data kita.

Biasanya mereka menggunakan aplikasi keylogger yang akan memunculkan apapun yang kita ketik. Bahkan, melakukan transaksi dengan fitur incognito pun tidak membantu. Fitur tersebut hanya menjaga agar situs yang kita kunjungi tidak masuk ke dalam history dan cache.

Sementara data yang kita masukkan melalui browser menggunakan mode privat tetap bisa “dipantau” pihak tidak bertanggung jawab. Ketika mereka sudah memiliki username dan password kita, mereka bisa melakukan transaksi dengan itu.

Peretas tidak hanya bisa mencuri data kita di situs perbankan saja. Jika mereka mau, mereka juga bisa mencuri lihat ke situs-situs lain yang menampung data pribadi kita.

Lucas mengatakan uang tidak hanya hilang, identitas kita juga sudah bocor. “Uang memang penting. Tapi data identitas itu berharga. Untuk ke akun e-mail, melamar pekerjaan, dan lainnya. Bukan tidak mungkin orang mengambil keuntungan dari sana,” ujar Lucas.

Bertransaksi aman

Sales & Marketing Director ESET Asia Pasific, Parvinder Walia, mengungkapkan pentingnya untuk memproteksi komputer pribadi. Menginstal aplikasi keamanan atau antivirus di dalam PC merupakan cara untuk memiliki “power” penuh terhadap data kita.

“Secara tidak langsung, dengan menginstal itu, kita tidak akan menjadi kaki tangan mafia yang mencoba mencuri data kita,” ujar dia.

Dia pun menjelaskan produk terbaru Eset yaitu Smart Security 9. Software tersebut akan membuat data pengguna otomatis dienkrip ketika memasukan data pribadi di situs bank manapun.

Jika tadi dikatakan keylogger dapat memunculkan apapun yang kita ketik di browser tanpa perlindungan, software Eset akan membuat hal sebaliknya.

Setelah software sukses diinstal, ia akan otomatis terintegrasi dengan browser versi terbaru Google Crome dan Firefox.

Ketika kita masuk ke situs bank lewat browser itu, keylogger masih bisa memantau aktivitas kita. Namun, jika kita login, halaman browser akan memunculkan pop up dengan stempel “ESET secure”.

Setelah itu, data apapun yang kita ketik, seperti username dan password, tidak akan dapat dibaca melalui keylogger.

Tidak hanya situs bank, kita juga bisa menambahkan sendiri secara manual situs mana yang ingin kita proteksi. Misalnya saja, situs belanja online.

Namun, jika ingin memproteksi secara keseluruhan, kita bisa menggunakan browser keluaran Eset. Apapun aktivitas di browser tersebut tidak akan dapat dipantau melalui keylogger. Orang-orang tidak bertanggungjawab tidak bisa melihat data pribadi kita dan menggunakannya untuk mengambil keuntungan pribadi.

Sumber: kompas.com

About Bingki Parmaza

Leave a Reply