01 Belajar Kotlin – Pengenalan KOTLIN

By on July 25, 2019

Apa itu Kotlin

Kotlin adalah sebuah Bahasa Pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan yang bernama JetBrains. Kotlin ini sendiri merupakan Bahasa Pemrograman yang tergolong modern untuk pembuatan aplikasi berbasis multiplatform.

Kotlin tergolong aman, ringkas, dan mudah dalam pembacaan dan penulisan kodenya.

Sejarah Kotlin

Berawal dari keinginan pada developer dari JetBrains yang menginginkan peningkatan kualitas kode, penanganan dari permasalahan-permasalahan bahasa Java, serta meningkatkan performance dari tim pengembang, maka JetBrains menginginkan suatu bahasa yang memuat nilai-nilai tersebut tapi tetap mempunyai tingkat keluwesan seperti baha Java. Berbagai pencarian tidak didapatkan, akhirnya JetBrains memutuskan untuk membangun bahasa sendiri yang akhirnya disebut Kotlin.

JetBrains sendiri merupakan perusahaan besar dalam bidang software. Jetbrains awalnya bernama IntelliJ Software, didirikan pada tahun 2010 di Praha, Republik Ceska, oleh 3 orang developers yaitu Sergey Dmitriev, Valentin Kipiatkov, dan Eugene Belyaev. JetBrains dikenal memproduksi berbagai IDE (Integrated Development Environment) yang powerfull. Salah satu yang kita kenal yaitu IntelliJ IDEA yang merupakan basis dari Android Studio. Tahun 2011 Jetbrain memasuki era baru setelah memperkenalkan bahasa pemrograman Kotlin.

Pengembangan bahasa kotlin dimulai pada tahun 2010, saat itulah dari nol pengembangan dimulai hingga setahun berikutnya yaitu tahun 2011 pihak JetBrains membuka project kotlin. Awalnya Kotlin ini bernama Jet, tetapi dengan berbagai pertimbangan, tim pengembang memutuskan untuk menggunakan nama Kotlin.

Nama Kotlin diambil dari sebuah nama pulau disekitar St Petersburg, Rusia. Penamaan suatu bahasa pemrograman layaknya bahasa Java yang mengadopsi dari nama pula Jawa di Indonesia.

Mengapa Kotlin diciptakan?

  • Untuk meningkatkan produktivitas mereka (JetBrains)

Saat itu, hampir seluruh IDE yang ditulis oleh JetBrains dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Java. Namun, java pada saat dikompilasi dengan menggunakan Javac membutuhkan waktu yang relative lama. Maka, mereka menginginkan untuk beralih ke Bahasa yang lebih cepat dan ekspresive.

  • Untuk mendorong penjualan Intellij IDEA

Mereka menginginkan dalam framework dan tool yang digunakan oleh kotlin menjadi bagian dalam Intellij IDEA Ultimate (versi komersil) yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan produknya.

  • Untuk mendorong bisnis perusahaan dalam menjaga kepercayaan

JetBrains telah dipercaya oleh banyak Pengembang Aplikasi secara Profesional. Tentunya ini akan menjadi alat yang paling ampuh untuk mendapatkan perhatian khusus terhadap pada Pengembang Aplikasi baru untuk menggunakan alat ini serta menjaga kepercayaan para pengembang yang telah lama menggunakan produk JetBrains.

Perkembangan Kotlin

Pada tahun 2012, Kotlin dibuka secara open sourced hingga beberapa tahun berikutnya yaitu pada tahun 2016 Quartal I resmi dirilis Kotlin versi 1.0. Perkembangan Kotlin sangat pesat pada Q2 tahun 2016 sehingga kotlin rilis dari versi 1.01 sampai dengan versi 1.07. Perkembangan Kotlin terus berlanjut dan pada tahun 2017 Q1 Kotlin versi 1.1 pun dirilis. Puncaknya pada 2017 Q2 Kotlin secara resmi support untuk Android pada event Google I/O.

Mengapa harus belajar Kotlin?

Dengan bahasa pemrograman Kotlin, kita bisa membangun sebuah aplikasi Android, JVM(Java Virtual Machine), Native, dan Browser. Dengan menggunakan beberapa IDE kita bisa membangun sebuah aplikasi yang kita inginkan. Beberapa IDE tersebut antara lain: Intellij IDEA, Android Studio 3.0, Eclipse, dan Compiler (pada saat tulisan ini dibuat).

Kotlin telah digunakan dan disupport oleh banyak perusahaan-perusahaan besar, di situs resminya kita bisa melihat perusahaan-perusahaan yang telah menggunkan kotlin antara lain Pinterest, Gradle, Evernote, Uber, Corda, Coursera, Pivotal, serta Atlassian.

Selain itu, ada beberapa keuntungan mengapa kita mempertimbangkan untuk menggunakan bahasa pemrograman Kotlin, diantaranya adalah:

  1. Open Source: Kotlin didistribusikan dibawah Apache License, versi 2.0. Kompiler Kotlin, Plugin, serta perangkat tambahan yang dimiliki Kotlin semuanya merupakan Library yang dimiliki oleh Java dan tentunya seluruh alat yang digunakan adalah Open Source.
  1. Concise and Expressive: Artinya ringkas, Kotlin mengurangi kerumitan-kerumitan pemrograman karena panjangnya syntax. Menggunakan kotlin akan semakin memudahkan dalam koding karena syntaxnya yang lebih ringkas. Kode pun akan terasa clean dan effective. Sedangkan ekspresif artinya anda dengan mudah menulis kode program yang dapat dimengerti oleh manusia dan compiler.
  2. Easy to Learn: Kotlin dipengaruhi oleh beberapa Bahasa Pemrograman popular lainnya seperti Java, Scala, Groovy, C#, JavaScript dan Gosu. Tentunya anda akan lebih mudah mempelajari Kotlin bila anda telah memahami salah satu Bahasa yang telah disebutkan diatas. Namun, anda akan jauh lebih mudah belajar bila anda mengenahui Java
  3. Safe: Diartikan aman, Kotlin memungkinkan kita terhindar dari error pada suatu class, misalnya error NullPointerExceptions yang memusingkan pada Java.
  4. Interoperable with Java and Android: Kotlin 100% dapat dioperasikan oleh Java dan Android. Artinya seluruh kode yang telah anda tulis dalam bentuk Bahasa Java dan Android seluruhnya dapat juga dibaca atau dijalankan oleh Kotlin tanpa harus mengetik ulang, begitu pula sebaliknya. Bahkan, Tim Android telah mengumumkan bahwa Kotlin merupakan Bahasa Pemrograman Resmi untuk pengembangan Applikasi Android. Selain itu, anda juga dapat mengkompilasi Kotlin kedalam modul JavaScript.
  5. Tool-friendly: Ramah terhadap tools, Kotlin memungkinkan kita untuk memilih IDE ataupun build dari command-line.

Masa Depan Kotlin

Kalimat yang dikutip dari halaman developer.android.com

“Karya mengesankan dari JetBrains pada desain Kotlin adalah salah satu alasan kami menganut bahasa ini. Google bermitra dengan JetBrains untuk memastikan cerita developer menyeluruh yang luar biasa —dari bahasa, framework, hingga peralatan. Dan, kami bersemangat untuk bekerja sama guna menggerakkan bahasa Kotlin ke yayasan nirlaba.”

Pada perencanaan mendatang, kotlin akan memfokuskan pada konsep modular. Hal ini memungkinkan anda dapat mengembangkan fungsionalitas untuk pengembangan multiplatform.

Bagaimana caranya?

Misalnya, anda saat ini membuat sebuah aplikasi berbasis mobile untuk kebutuhan iOS dan Android. Untuk itu, anda membutuhkan sebuah Java, Pemrograman Kotlin, dan lain – lain untuk pengembangan androidnya. Serta anda membutuhkan swift dan objective-C dan lain – lain untuk pengembangan iOS.

Di masa depan, anda bisa jadi menuliskan kode program untuk spesifikasi platform yaitu dengan Kotlin untuk pengembangan aplikasi berbasis android dan iOS, sehingga anda tidak perlu mempelajari bahasa pemrograman yang berbeda untuk pengembangan keduanya.

Menurut Andrey Breslav, seorang perancang bahasa dan manajer proyek Kotlin, bahwasanya mereka sudah bekerja dalam perancangan sistem seperti itu (untuk menghandle kebutuhan android dan iOS), namun sejauh ini mereka belum bisa menjanjikan apapun sampe versi Kotlin berikutnya direlease.

Beberapa kemungkinan yang akan dikerjakan dalam proyek Kotlin:

  • Cross-platform pengembangan game
  • Cross-platform pengembangan aplikasi mobile
  • Server-side dan microservices
  • Analis Data dan Machine Learning
  • Embedded System : Arduino/Raspberry pi to Profesional Controller

Apa yang dibutuhkan untuk menggunakan Kotlin?

JVM (Java Virtual Machine), IDE(Integrated Development Environment): beberapa diantaranya Intellij IDEA, Android Studio 3.0+, Eclipse, NetBeans dan Compiler.

About Bingki Parmaza

Leave a Reply